Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Apa yang Salah?

Aku tak bisa seperti mereka yang memiliki segudang alasan untuk tetap menyibakkan sayapnya. Aku tak bisa menjadi elok seperti mereka dalam bertutur dan bersandiwara. Aku tak bisa menjanjikan mimpi indah dan nyata yang sayup fana. Apa yang salah dengan semua? Ini jiwa hidup dalam kehidupan yang menghidupkan. Ini jiwa bertepi pada lantai basah merendam seluruh badan. Ini jiwa merantau mencari penghidupan yang senantiasa menyala bara. Apa yang salah dengan jalang? Sekuntum mawar tanpa duri pelindung Sekuntum duri tanpa mawar yang tumbuh Apa yang salah dengan takdir yang salah? Aku tumbuh dari bara yang hampir mati Aku tumbuh dari ranting yang mengering Aku tumbuh dari tanah yang bongkah Apa yang salah dari tempat asal? Aku pemimpi ingin terbang tinggi Aku pemimpi ingin menjadi besi Aku pemimpi ingin mati bukan suri Apa yang salah dari pengharapan yang salah? Hanya mengabdi pada nasip Dan alam memberkati.

KUTIPAN BUKAN PLAGIAT

Sewaktu SD, kita pasti pernah diminta oleh ibu/bapak guru bahasa untuk membuat karangan berupa cerita selama liburan. Ketika itu, saat membuat karangan, awalnya saya merasa kesulita. Akan tetapi, setelah berhasil menuliskan satu kalimat saja, saya langsung bisa melanjutkannya tanpa berfikir. Seolah tangan bergerak dengan sendirinya, seperti penari telanjang yang menggeliat membuka prasangka. Itulah kejujuran dan proses kreatifitas murni pada diri anak-anak. Namun, semakin dewasa, mengarang adalah kegiatan yang dianggap remeh, dirasakan mudah, dan tidak lagi diberi perhatian. Ingat saja ketika kita SMA dan diminta membuat karangan, apa yang kita lakukan? Mencari contoh di internet, copy paste dengan sedikit perubahan, bahkan tak jarang menulisnya tanpa mencantumkan sumber. Plagiat!!! Kapan sih kita tahu soal plagiatisme? Sewaktu sekolah, yang saya tahu dikatakan plagiat adalah ketika kita ketahuan menulis punya orang (biasanya sih teman terdekat). Bukankah begitu? Namun kini, sete...