Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

"Pahamlah Kamu"

" Pahamlah Kamu" Oleh: #‎Vee_Tulip Perkenalan yang telah terjalin belasan tahun ini, terasa sia-sia, sebab masih belum dapat aku temukan celah rindu dan sendu dalam diri yang tak luput dari haru itu. Pahamlah kamu. Bukan manusia bila ia terus tertawa tanpa tawa. Bukan manusia bila ia terus bicara tanpa kata. Bukan manusia bila ia hanya diam dalam nyaring suara. Pahamlah kamu. Masih ada sedih yang harus kamu tunjukkan. Masih harus kamu menjadi manusia. Bukan munafik aku bilang, hanya kehancuran yang coba untuk kamu pertahankan. Pahamlah kamu. Di sini masih tersedia bahu untuk berbagi haru. Masih ada kata dan senyum untuk menghibur kamu. Pahamlah kamu. Jika laku demikian itu, penghasil pilu yang luput menghiburku. Kekhawatiran menyelinap masuk perlahan-lahan, dalam, dan menghancurkan. Kembali air ini tumpah dan basah. Mengingat kamu. Pahamlah kamu. Baca ini. Dan katakan apa rasamu. Masih ada bahu untuk menopang sandar tubuhmu. Pahamlah kamu.... -...

Apa yang Salah?

Aku tak bisa seperti mereka yang memiliki segudang alasan untuk tetap menyibakkan sayapnya. Aku tak bisa menjadi elok seperti mereka dalam bertutur dan bersandiwara. Aku tak bisa menjanjikan mimpi indah dan nyata yang sayup fana. Apa yang salah dengan semua? Ini jiwa hidup dalam kehidupan yang menghidupkan. Ini jiwa bertepi pada lantai basah merendam seluruh badan. Ini jiwa merantau mencari penghidupan yang senantiasa menyala bara. Apa yang salah dengan jalang? Sekuntum mawar tanpa duri pelindung Sekuntum duri tanpa mawar yang tumbuh Apa yang salah dengan takdir yang salah? Aku tumbuh dari bara yang hampir mati Aku tumbuh dari ranting yang mengering Aku tumbuh dari tanah yang bongkah Apa yang salah dari tempat asal? Aku pemimpi ingin terbang tinggi Aku pemimpi ingin menjadi besi Aku pemimpi ingin mati bukan suri Apa yang salah dari pengharapan yang salah? Hanya mengabdi pada nasip Dan alam memberkati.

KUTIPAN BUKAN PLAGIAT

Sewaktu SD, kita pasti pernah diminta oleh ibu/bapak guru bahasa untuk membuat karangan berupa cerita selama liburan. Ketika itu, saat membuat karangan, awalnya saya merasa kesulita. Akan tetapi, setelah berhasil menuliskan satu kalimat saja, saya langsung bisa melanjutkannya tanpa berfikir. Seolah tangan bergerak dengan sendirinya, seperti penari telanjang yang menggeliat membuka prasangka. Itulah kejujuran dan proses kreatifitas murni pada diri anak-anak. Namun, semakin dewasa, mengarang adalah kegiatan yang dianggap remeh, dirasakan mudah, dan tidak lagi diberi perhatian. Ingat saja ketika kita SMA dan diminta membuat karangan, apa yang kita lakukan? Mencari contoh di internet, copy paste dengan sedikit perubahan, bahkan tak jarang menulisnya tanpa mencantumkan sumber. Plagiat!!! Kapan sih kita tahu soal plagiatisme? Sewaktu sekolah, yang saya tahu dikatakan plagiat adalah ketika kita ketahuan menulis punya orang (biasanya sih teman terdekat). Bukankah begitu? Namun kini, sete...

LAPORKAN SMS PENIPUAN (HOAX)!

Pasti pernah bahkan sering di antara kita mendapatkan SMS penipuan dari nomor yang tidak kita kenal. SMS minta pulsa dengan mengatasnamakan mama, papa, nak, tante, atau yang lainnya. SMS nyasar berisikan nomer rekening yang pada intinya minta ditransfer sejumlah uang, bahkan SMS Hoax tentang mendapat hadiah dari provider yang kita gunakan. Penipuan yang menawarkan deposit pulsa murah bahkan berbagai macam SMS penipuan tak hanya menginginkan uang dari yang ditipunya, karena banyak juga SMS Hoax yang berisikan berita duka yang dialami salah satu anggota keluarga kita. Beberapa dari kita pasti pernah membalas SMS Hoax itu dan justru nominal pulsa kita yang berkurang banyak. Akan tetapi, tak jarang dari kita tak acuh dengan SMS tersebut dan hanya diam dan terus bertahan meski mendapat SMS penipuan yang tak hanya seminggu sekali datangnya itu. Selain SMS penipuan, sering kita jumpai kasus-kasus penipuan via online, seperti penipuan yang dilakukan pengelola online shop abal-abal yang ti...

SAHABAT YANG TAK SEPENUHNYA HILANG

Ada satu rasa yaitu rindu tentang kebersamaan di antara kita. Kekompakan perawan-perawan manis dari berbagai desa yang disatukan dengan perkenalan yang tidak pernah diduga yaitu SMA Negeri 01 Kartasura. Saya ingin mengenalkan teman, sahabat, sekaligus keluarga baru yang saya dapatkan dari sebuah lembaga formal yang dinamakan sekolah. Jika diingat-ingat, ada kenangan yang tidak bisa diingat yaitu sejak kapan kedekatan ini mulai terjalin. Keakraban yang menyisa hingga sekarang adalah bukti betapa berartinya sebuah perkenalan. Yang pertama, akan saya kenalkan sahabat saya yang item tapi manis #kata dia sendiri.. :v Dia adalah perempuan yang suka berbasa-basi dan suka menceritakan sesuatu dengan sangat rinci hingga terkadang kami lelah mendengarkan ceritanya. Hahaha :D Dia bernama si manis Ayu Ambar Sari, perempuan yang sering saya panggil dengan glotal di akhir pengucapan [Ayu?] atau [Ayu’] atau Ayuk ini adalah teman terlama. Ya, mungkin dia tidak menyadari jika hubungan kamilah yang ...

... -_-

Dari awal saya telah mengira semua akan berakhir seperti ini. Namun tidak ada sedikit pun penyesalan yang saya rasakan. Ya, mungkin "beberapa" orang telah paham jika saya benci kepura-puraan dan tidak bisa basa-basi. #Beberapa! Memang, itu bukan hal yang baik karena sebagai orang Jawa, basa-basi itu perlu agar tidak melukai hati orang lain. Namun meski tidak berbasa-basi, tidak suka bilang tidak suka, menerima bilang menerima, namun saya tetap berusaha agar tidak melukai hati orang lain meski akhirnya ada beberapa yang tidak bisa menerimanya dan menyimpan sakit dihatinya. Ini tentang kepribadian, ya sekali lagi ini tentang kepribadian! Jangan pernah menyalahkan kepribadian seseorang. Mungkin dari sini, mereka bisa melihat sisi keegoisan saya. Orang yang lebih memprioritaskan kepribadiannya daripada kebersamaan. Ya, dalam beberapa hal itu memang benar! Saya tidak bisa merasa senang jika memang berada pada latar yang tidak menyenangkan. Saya tidak senang memiliki kesenangan y...

KONFIRMASI ALAY

Mengenai tampilan yang alay, katanya. Ya, ini memang penuh dengan warna, merah, hijau, biru, orange, hitam, sakura. Ini tentang kesukaan. Setiap orang punya caranya sendiri-sendiri untuk menunjukan kecintaannya akan sesuatu. Mengenai warna, saya perempuan dan saya suka bunga. Hitam adalah warna utama yang menjadi kecintaan saya, mengenai warna lain sebagainya, saya perempuan, Merah, adalah warna kecintaan saya, putih juga. Hijau, biru sekedar hiasan semata. Kembali ini tentang kesukaan dan kecintaan akan sesuatu. Sakura, saya suka. Saya kagum dengan keelokan bunganya, kesejukan dan ketenangan yang digambarkannya membuat perenungan saya berhenti di sana. Ya, mengenai sakura, tak terlepas dari negara Jepang yang menjadi negara kunjungan saya kelak. Amiiin. Untuk saat ini, bunga dan cerita tentangnya hanya ada dalam samar bayang-bayang. Namun, siapa orang yang mampu menerka nasip orang terlain kecuali Allah, Tuhan Yang Maha Tahu Segalanya. Mengenai ke”alay”an cerita yang terpos...

Tentang cintaku dan cintanya untukmu

Tentang cintaku dan cintanya untukmu                 Awalnya, terasa sulit bagiku untuk memulai ini semua.  Memulai hidup baru dengan kekosongan bukan kenestapaan. Mungkin duka, bukan lara. Ini antara kita. Ya, aku, kau, dan mereka... Tentang cintaku dan cintanya untukmu.  Tentang hati yang terasa sedikit ngilu bukan pilu. Ada satu kisah tentang sebuah perjuangan. Tentang sebuah cinta yang tulus namun tak lagi berarti. Tentang pahlawan karena keberuntungan. Maafkan cintaku yang tak sepenuh cintanya untukmu. Maafkan ketidakberdayaanku dalam mempertahankan cintaku padamu. Ini tentang aku, kamu dan mereka. Ini tentang cinta.                 Aku menemukan cinta baru di pertengahan semester awal. Aku mendambakan kabahagiaan dari cinta yang mulai aku tanam. Sesekali aku kembali memungut butir-butir cinta yang mulai hilang terma...

Malam Ini

Kembali terngiang oleh dentingan jam beberapa menit lalu yang tak henti"nya berdecak "Tak, Tik, Tak" Kini saya meringis mendapati sesosok... Seketika, bayang hitam menengok dari jendela. Mungkin hanya memastikan sudah tidurkah saya? Ya, saya anggap hanya sebatas firasat. Firasat yang menyisakan detak jantung yang mendentum dengan cepatnya. Mungkin hanya sebatas firasat lebih baik dari baik. Ya, saya baik-baik. Sesuatu yg bergerak lebih cepat dari biasanya mulai kembali biasa. Kini mata menyisakan tanya tentang tantangan yg entah itu apa? Samar"! Sekarang kembali terdengar satu lantunan yang entah itu apa. Seperti "Kreeek... Kreeek... Kreeek" juga desahan dari belakang telinga kiri. Yang saya tahu, saat ini saya masih menikmati lantunan itu...  Yang saya tahu, sore tadi hujan mengguyur desa ini. Ya, mereka berdendang layaknya tak kenal hawa dan suasana. Ini sudah lewat tengan malam, dingin dan basah masih menyisakan ruang. "Kreeeek kreeeek kreeeek...