Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #mengurairasa

Niat Halal Bi Halal Berujung Ketemu Dr. Aisyah Dahlan di UMS

Berkah ramadan. Sebuah frasa yang patut ku syukuri dari ramadan 1447H dan kurasa perlu diabadikan dalam cetak-cetik Novita ini. hihihi...  Haloha... Eh nongol juga postingan baru di sini. Tandanya apa? Pemilik blogspot ini masih ada di dunia ya... Karena setelah tiga tahun menghilang, ada lagi nih cetak-cetik yang bisa dibaca. Setelah sekian lama, akhirnya aku kembali menuangkan isi kepala, di tengah gedebak-gedebuk dunia yang cukup menyita akal dan tenaga.  Yaaa semoga bisa konsisten nulis lagi, tapi lagi-lagi ngga janji. hihi... Karena jujur, mengekspresikan diri lewat tulisan (semi-privasi) sekarang terasa seperti mendapat tantangan. Apalagi setelah adanya medsos yang memberi wadah untuk mengabadikan momen dengan lebih mudah. Alhasil, isi hati dan pikiran terbungkam, kreativitas dan kemauan menyalurkannya lewat tulisan terpendam. Kegiatan yang dulu menyenangkan dan jadi hobi, lama kelamaan terlupakan. Huft. Oke cukup, sekarang kembali fokus ke judul ya... Senin, 30 Maret 20...

LIBURAN

Yeay, libur telah tiba, libur telah tiba, hore, hore, hore, HOREEEEEEE.... Simpanlah tas dan bukumu, lupakan keluh kesahmu. Libur telah tiba, libur telah tiba, hatiku gembira... Mendadak rindu lagu yang hits di zamannya. Ya, ini tentang liburan. Masa kanak-kanak adalah masa yang menyenangkan, liburan sesuai tanggalnya. Maksudnya? Tanggal merah ya beneran libur, meskipun ada pekerjaan rumah (PR) tapi tetap saja bisa liburan karena mengerjakan tugasnya menjelang masuk sekolah. Yekan??? Sama aku dulu juga bandel gitu. Cuma sesekali, mengerjakan PR liburan justru diwaktu awal liburan (biasanya pas mau ke luar kota), jadi pulang liburan sudah tidak punya beban. Berbeda halnya dengan masa sekarang. Masanya anak-anak kelahiran 90-an sudah bukan lagi anak-anak, tapi sudah banyak yang beranak. Hahaha (jelek banget sih diksinya). Jadi, itu adalah bentuk keluh kesah seorang yang resmi resign dari suatu pekerjaan tetapi masih memiliki tanggungan tugas yang di- dateline . Akhirnya waktu...

SENYUM

#Senyum. Adalah satu kata indah yang sulit dilakukan tatkala hati gundah. Memang sejatinya senyum itu mudah, tapi senyum manis tidaklah mudah. Senyum manis adalah senyum kebahagiaan, senyum yang menggambarkan betapa istimewa saat itu, hingga kita lupa perasaan bersedih. Ya, senyum memang mudah dilakukan, tapi senyum manis adalah pilihan dan tidak mungkin tidak dilakukan. Itu karena, senyum dapat merepresentasikan berbagai macam rasa.   Senyum terklasifikasi menjadi dua, yaitu senyum manis dan senyum kecut. Seperti keterangan di atas, senyum manis adalah senyum kebahagiaan, senyum karena perasaan senang. Namun, senyum manis tidak hanya terlihat pada sunggingan bibir yang membentuk bulan sabit, bisa juga disertai air tangis. Itu, seperti senyum seorang tukang becak yang mendapat penumpang setelah menunggu lama sampai beberapa kali tertidur, senyum orang-orang yang tertawa bahagia bersama kawan-kawannya, senyum tangis orang tua tatkala menyambut kepulangan anaknya yang merantau ...