Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #tentangcitarasamanusia

Niat Halal Bi Halal Berujung Ketemu Dr. Aisyah Dahlan di UMS

Berkah ramadan. Sebuah frasa yang patut ku syukuri dari ramadan 1447H dan kurasa perlu diabadikan dalam cetak-cetik Novita ini. hihihi...  Haloha... Eh nongol juga postingan baru di sini. Tandanya apa? Pemilik blogspot ini masih ada di dunia ya... Karena setelah tiga tahun menghilang, ada lagi nih cetak-cetik yang bisa dibaca. Setelah sekian lama, akhirnya aku kembali menuangkan isi kepala, di tengah gedebak-gedebuk dunia yang cukup menyita akal dan tenaga.  Yaaa semoga bisa konsisten nulis lagi, tapi lagi-lagi ngga janji. hihi... Karena jujur, mengekspresikan diri lewat tulisan (semi-privasi) sekarang terasa seperti mendapat tantangan. Apalagi setelah adanya medsos yang memberi wadah untuk mengabadikan momen dengan lebih mudah. Alhasil, isi hati dan pikiran terbungkam, kreativitas dan kemauan menyalurkannya lewat tulisan terpendam. Kegiatan yang dulu menyenangkan dan jadi hobi, lama kelamaan terlupakan. Huft. Oke cukup, sekarang kembali fokus ke judul ya... Senin, 30 Maret 20...

Mundur Selangkah untuk Melompat Lebih Tinggi

Ternyata sudah 5 tahun blog ini tidak terjamah oleh jemariku. Apa kabarnya ya? Eh kok tumben ingat kalau punya blog?  Ya. Bermula dari tugas kuliah PPG untuk membuat web 2.0, aku pun teringat dengan blog dan wordpress pribadi yang sudah lama tidak diisi. Ternyata benar, 5 tahun sudah berlalu. Cetak-cetik jemariku terakhir kulakukan 2018 lalu. :' Dalam 5 tahun ini, apa yang terjadi?  Ada banyak hal yang terjadi dalam kehidupan tentunya. Suka duka, datang pergi, terjadi silih berganti. Kehidupan yang bak roda terus berputar, terkadang di atas, di samping, maupun di bawah. Semua seakan tak terasa sebab perputaran kehidupan yang ternyata begitu cepat. Semua perubahan itu tentu terjadi karena sebuah PILIHAN. Ya, aku memilih untuk mundur selangkah sembari meyakini prinsip "mundur selangkah untuk melompat lebih tinggi" #aamiin #insyaallah. Siapa pun yang membaca tulisan ini mungkin juga pernah melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan. Pasti ada ALASAN di balik PILIHAN ya...

Optimis

Kalian percaya tidak dengan istilah, "di dalam kesempitan pasti masih ada kesempatan". Kalau aku, sangat yakin dan percaya. Ya, istilah itu menjadi salah satu cambuk dalam hidupku. Banyak sekali hal yang kita alami setiap harinya, tentu itu tidak hanya menguatkan kita, tapi juga bisa jadi melemahkan kita. Itulah, yang menyebabkan suatu niat hanya tetap menjadi niat, tanpa ada realisasinya. Terkadang kita menganggapnya sebagai sebuah kemalasan, tetapi semua itu sejatinya hanya tentang satu kata, yaitu tekat. Seberapa besar tekat dalam diri kita? Seperti yang aku alami dua hari lalu. Aku yang sejatinya malas sekali check mata karena paling tidak suka rumah sakit sukanya rumah sehat, mau tidak mau harus melakukan itu karena frame kacamata patah. Sebenarnya bisa sih cuma ke optik untuk ganti frame , tapi karena sudah lama sekali tidak periksa mata, sekaligus ingin menggunakan BPJS yang belum pernah dipakai, jadi deh check mata ke dokter mata. Ya memang harus gitu sih,...

LIBURAN

Yeay, libur telah tiba, libur telah tiba, hore, hore, hore, HOREEEEEEE.... Simpanlah tas dan bukumu, lupakan keluh kesahmu. Libur telah tiba, libur telah tiba, hatiku gembira... Mendadak rindu lagu yang hits di zamannya. Ya, ini tentang liburan. Masa kanak-kanak adalah masa yang menyenangkan, liburan sesuai tanggalnya. Maksudnya? Tanggal merah ya beneran libur, meskipun ada pekerjaan rumah (PR) tapi tetap saja bisa liburan karena mengerjakan tugasnya menjelang masuk sekolah. Yekan??? Sama aku dulu juga bandel gitu. Cuma sesekali, mengerjakan PR liburan justru diwaktu awal liburan (biasanya pas mau ke luar kota), jadi pulang liburan sudah tidak punya beban. Berbeda halnya dengan masa sekarang. Masanya anak-anak kelahiran 90-an sudah bukan lagi anak-anak, tapi sudah banyak yang beranak. Hahaha (jelek banget sih diksinya). Jadi, itu adalah bentuk keluh kesah seorang yang resmi resign dari suatu pekerjaan tetapi masih memiliki tanggungan tugas yang di- dateline . Akhirnya waktu...

SENYUM

#Senyum. Adalah satu kata indah yang sulit dilakukan tatkala hati gundah. Memang sejatinya senyum itu mudah, tapi senyum manis tidaklah mudah. Senyum manis adalah senyum kebahagiaan, senyum yang menggambarkan betapa istimewa saat itu, hingga kita lupa perasaan bersedih. Ya, senyum memang mudah dilakukan, tapi senyum manis adalah pilihan dan tidak mungkin tidak dilakukan. Itu karena, senyum dapat merepresentasikan berbagai macam rasa.   Senyum terklasifikasi menjadi dua, yaitu senyum manis dan senyum kecut. Seperti keterangan di atas, senyum manis adalah senyum kebahagiaan, senyum karena perasaan senang. Namun, senyum manis tidak hanya terlihat pada sunggingan bibir yang membentuk bulan sabit, bisa juga disertai air tangis. Itu, seperti senyum seorang tukang becak yang mendapat penumpang setelah menunggu lama sampai beberapa kali tertidur, senyum orang-orang yang tertawa bahagia bersama kawan-kawannya, senyum tangis orang tua tatkala menyambut kepulangan anaknya yang merantau ...