Langsung ke konten utama

Mundur Selangkah untuk Melompat Lebih Tinggi

Ternyata sudah 5 tahun blog ini tidak terjamah oleh jemariku. Apa kabarnya ya? Eh kok tumben ingat kalau punya blog? 

Ya. Bermula dari tugas kuliah PPG untuk membuat web 2.0, aku pun teringat dengan blog dan wordpress pribadi yang sudah lama tidak diisi. Ternyata benar, 5 tahun sudah berlalu. Cetak-cetik jemariku terakhir kulakukan 2018 lalu. :'

Dalam 5 tahun ini, apa yang terjadi? 

Ada banyak hal yang terjadi dalam kehidupan tentunya. Suka duka, datang pergi, terjadi silih berganti. Kehidupan yang bak roda terus berputar, terkadang di atas, di samping, maupun di bawah. Semua seakan tak terasa sebab perputaran kehidupan yang ternyata begitu cepat. Semua perubahan itu tentu terjadi karena sebuah PILIHAN. Ya, aku memilih untuk mundur selangkah sembari meyakini prinsip "mundur selangkah untuk melompat lebih tinggi" #aamiin #insyaallah.

Siapa pun yang membaca tulisan ini mungkin juga pernah melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan. Pasti ada ALASAN di balik PILIHAN yang diambil. Lantas apa maksud dari "mundur selangkah untuk melompat lebih tinggi?"

Dalam hidup kita pasti dihadapkan dengan banyak pilihan. Seperti persimpangan, kita diberi pilihan untuk lurus, belok kanan atau kiri, maupun putar balik. Pilihan itu ada dan pasti diambil salah satunya. Ketika memilih belok kanan, pasti ada alasannya. Mungkin karena tujuan bisa tercapai dengan berbelok ke arah kanan. Lurus mungkin bisa saja sampai tujuan, tapi harus melalui jalan yang lebih panjang, bahkan bisa jadi mesti putar balik. Ilustrasi itu jelas menggambarkan bagaimana seorang individu mengambil keputusan. 

Ada juga ilustrasi lain. Pernah tidak kamu merasa nyaman duduk di sebuah kursi tapi dalam waktu yang lama justru merasa pegal? Apa yang kamu lakukan? Mungkin kamu akan melakukan rileksasi dengan lebih dulu berdiri untuk peregangan atau bahkan beranjak agar menjaga fleksibilitas otot. Memang hidup terkadang demikian adanya. Ketika kita sudah diberi kenikmatan, dimanjakan dengan rasa nyaman, dalam diri tak jarang muncul pergolakan, rasa bosan, haus akan hal-hal baru yang ingin dicoba. Tapi mungkin ada juga orang yang menikmati kenyamanan tanpa rasa bosan dan tetap menjalaninya dengan penuh rasa senang. Kembali lagi, itu semua adalah PILIHAN.

Mundur selangkah untuk melompat lebih tinggi. Bila ilustrasi di atas menggambarkan kesadaran individu dalam mengambil KEPUTUSAN dengan ALASAN versi dirinya, ada juga orang yang tidak sengajar mundur karena keadaan bukan pilihan. Keterpaksaan itu terjadi karena faktor lain yang sebenarnya tidak diinginkan individu untuk terjadi dalam hidupnya. Lalu, apakah mundur dalam kondisi itu bisa membuat si individu melompat lebih tinggi? Tentu bisa. Sebuah kegagalan saja bisa berubah sukses dengan keyakinan dan perjuangan, apalagi hanya kemunduran. Kekuatan pikiran dan keyakinan tak jarang mengubah jalan hidup seseorang.

Carol S. Dweck, psikiater dan penulis dalam buku berjudul Mindset (Mengerti Kekuatan Pola Pikir untuk Perubahan Besar dalam Hidup) mengatakan pandangan seseorang akan mempengaruhinya dalam menjalankan kehidupan. Pola pikir seseorang akan berpengaruh pada tingkah laku dan berdampak pada kehidupannya. Carol membagi pola pikir (mindset) menjadi dua jenis, yaitu mixed mindset (pola pikir tetap) dan growth mindset (pola pikir berkembang). Secara singkat, mixed mindset adalah kecerdasan, talenta alamiah yang tidak bisa berubah. Sementara, growth mindset merupakan kepercayaan individu bahwa segala yang dimiliki termasuk talenta dan kecerdasan bisa dikembangkan. Dalam hasil penelitiannya, tokoh yang berpola pikir growth mindset lebih mudah meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidupnya.

Jadi, apa pun langkah yang diambil dalam hidup, ya dijalani dengan sebaik-baiknya dan penuh keyakinan. 


Source: Carol S. Dweck, PH.D. 1946. Mindset (Mengubah Pola Berpikir untuk Perubahan Besar dalam Hidup Anda). Amanda Setrioni dan Tim Penerjemah Baca. 2017. Jakarta: PT Bentara Aksara Cahaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENYUM

#Senyum. Adalah satu kata indah yang sulit dilakukan tatkala hati gundah. Memang sejatinya senyum itu mudah, tapi senyum manis tidaklah mudah. Senyum manis adalah senyum kebahagiaan, senyum yang menggambarkan betapa istimewa saat itu, hingga kita lupa perasaan bersedih. Ya, senyum memang mudah dilakukan, tapi senyum manis adalah pilihan dan tidak mungkin tidak dilakukan. Itu karena, senyum dapat merepresentasikan berbagai macam rasa.   Senyum terklasifikasi menjadi dua, yaitu senyum manis dan senyum kecut. Seperti keterangan di atas, senyum manis adalah senyum kebahagiaan, senyum karena perasaan senang. Namun, senyum manis tidak hanya terlihat pada sunggingan bibir yang membentuk bulan sabit, bisa juga disertai air tangis. Itu, seperti senyum seorang tukang becak yang mendapat penumpang setelah menunggu lama sampai beberapa kali tertidur, senyum orang-orang yang tertawa bahagia bersama kawan-kawannya, senyum tangis orang tua tatkala menyambut kepulangan anaknya yang merantau ...

Tentang cintaku dan cintanya untukmu

Tentang cintaku dan cintanya untukmu                 Awalnya, terasa sulit bagiku untuk memulai ini semua.  Memulai hidup baru dengan kekosongan bukan kenestapaan. Mungkin duka, bukan lara. Ini antara kita. Ya, aku, kau, dan mereka... Tentang cintaku dan cintanya untukmu.  Tentang hati yang terasa sedikit ngilu bukan pilu. Ada satu kisah tentang sebuah perjuangan. Tentang sebuah cinta yang tulus namun tak lagi berarti. Tentang pahlawan karena keberuntungan. Maafkan cintaku yang tak sepenuh cintanya untukmu. Maafkan ketidakberdayaanku dalam mempertahankan cintaku padamu. Ini tentang aku, kamu dan mereka. Ini tentang cinta.                 Aku menemukan cinta baru di pertengahan semester awal. Aku mendambakan kabahagiaan dari cinta yang mulai aku tanam. Sesekali aku kembali memungut butir-butir cinta yang mulai hilang terma...

Niat Halal Bi Halal Berujung Ketemu Dr. Aisyah Dahlan di UMS

Berkah ramadan. Sebuah frasa yang patut ku syukuri dari ramadan 1447H dan kurasa perlu diabadikan dalam cetak-cetik Novita ini. hihihi...  Haloha... Eh nongol juga postingan baru di sini. Tandanya apa? Pemilik blogspot ini masih ada di dunia ya... Karena setelah tiga tahun menghilang, ada lagi nih cetak-cetik yang bisa dibaca. Setelah sekian lama, akhirnya aku kembali menuangkan isi kepala, di tengah gedebak-gedebuk dunia yang cukup menyita akal dan tenaga.  Yaaa semoga bisa konsisten nulis lagi, tapi lagi-lagi ngga janji. hihi... Karena jujur, mengekspresikan diri lewat tulisan (semi-privasi) sekarang terasa seperti mendapat tantangan. Apalagi setelah adanya medsos yang memberi wadah untuk mengabadikan momen dengan lebih mudah. Alhasil, isi hati dan pikiran terbungkam, kreativitas dan kemauan menyalurkannya lewat tulisan terpendam. Kegiatan yang dulu menyenangkan dan jadi hobi, lama kelamaan terlupakan. Huft. Oke cukup, sekarang kembali fokus ke judul ya... Senin, 30 Maret 20...