Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2014

KONFIRMASI ALAY

Mengenai tampilan yang alay, katanya. Ya, ini memang penuh dengan warna, merah, hijau, biru, orange, hitam, sakura. Ini tentang kesukaan. Setiap orang punya caranya sendiri-sendiri untuk menunjukan kecintaannya akan sesuatu. Mengenai warna, saya perempuan dan saya suka bunga. Hitam adalah warna utama yang menjadi kecintaan saya, mengenai warna lain sebagainya, saya perempuan, Merah, adalah warna kecintaan saya, putih juga. Hijau, biru sekedar hiasan semata. Kembali ini tentang kesukaan dan kecintaan akan sesuatu. Sakura, saya suka. Saya kagum dengan keelokan bunganya, kesejukan dan ketenangan yang digambarkannya membuat perenungan saya berhenti di sana. Ya, mengenai sakura, tak terlepas dari negara Jepang yang menjadi negara kunjungan saya kelak. Amiiin. Untuk saat ini, bunga dan cerita tentangnya hanya ada dalam samar bayang-bayang. Namun, siapa orang yang mampu menerka nasip orang terlain kecuali Allah, Tuhan Yang Maha Tahu Segalanya. Mengenai ke”alay”an cerita yang terpos...

Tentang cintaku dan cintanya untukmu

Tentang cintaku dan cintanya untukmu                 Awalnya, terasa sulit bagiku untuk memulai ini semua.  Memulai hidup baru dengan kekosongan bukan kenestapaan. Mungkin duka, bukan lara. Ini antara kita. Ya, aku, kau, dan mereka... Tentang cintaku dan cintanya untukmu.  Tentang hati yang terasa sedikit ngilu bukan pilu. Ada satu kisah tentang sebuah perjuangan. Tentang sebuah cinta yang tulus namun tak lagi berarti. Tentang pahlawan karena keberuntungan. Maafkan cintaku yang tak sepenuh cintanya untukmu. Maafkan ketidakberdayaanku dalam mempertahankan cintaku padamu. Ini tentang aku, kamu dan mereka. Ini tentang cinta.                 Aku menemukan cinta baru di pertengahan semester awal. Aku mendambakan kabahagiaan dari cinta yang mulai aku tanam. Sesekali aku kembali memungut butir-butir cinta yang mulai hilang terma...

Malam Ini

Kembali terngiang oleh dentingan jam beberapa menit lalu yang tak henti"nya berdecak "Tak, Tik, Tak" Kini saya meringis mendapati sesosok... Seketika, bayang hitam menengok dari jendela. Mungkin hanya memastikan sudah tidurkah saya? Ya, saya anggap hanya sebatas firasat. Firasat yang menyisakan detak jantung yang mendentum dengan cepatnya. Mungkin hanya sebatas firasat lebih baik dari baik. Ya, saya baik-baik. Sesuatu yg bergerak lebih cepat dari biasanya mulai kembali biasa. Kini mata menyisakan tanya tentang tantangan yg entah itu apa? Samar"! Sekarang kembali terdengar satu lantunan yang entah itu apa. Seperti "Kreeek... Kreeek... Kreeek" juga desahan dari belakang telinga kiri. Yang saya tahu, saat ini saya masih menikmati lantunan itu...  Yang saya tahu, sore tadi hujan mengguyur desa ini. Ya, mereka berdendang layaknya tak kenal hawa dan suasana. Ini sudah lewat tengan malam, dingin dan basah masih menyisakan ruang. "Kreeeek kreeeek kreeeek...