Berkah ramadan. Sebuah frasa yang patut ku syukuri dari ramadan 1447H dan kurasa perlu diabadikan dalam cetak-cetik Novita ini. hihihi...
Haloha... Eh nongol juga postingan baru di sini. Tandanya apa? Pemilik blogspot ini masih ada di dunia ya... Karena setelah tiga tahun menghilang, ada lagi nih cetak-cetik yang bisa dibaca. Setelah sekian lama, akhirnya aku kembali menuangkan isi kepala, di tengah gedebak-gedebuk dunia yang cukup menyita akal dan tenaga.
Yaaa semoga bisa konsisten nulis lagi, tapi lagi-lagi ngga janji. hihi... Karena jujur, mengekspresikan diri lewat tulisan (semi-privasi) sekarang terasa seperti mendapat tantangan. Apalagi setelah adanya medsos yang memberi wadah untuk mengabadikan momen dengan lebih mudah. Alhasil, isi hati dan pikiran terbungkam, kreativitas dan kemauan menyalurkannya lewat tulisan terpendam. Kegiatan yang dulu menyenangkan dan jadi hobi, lama kelamaan terlupakan. Huft. Oke cukup, sekarang kembali fokus ke judul ya...
Senin, 30 Maret 2026. Ketika siap-siap mau ke sekolah untuk halal bi halal, tiba-tiba mata mengarah ke layar ponsel yang menyala tanpa suara. Panggilan telepon dari bapak kepala sekolah cukup bikin deg-degan dan ragu untuk menjawabnya. Tapi karena merasa tidak ada salah (karena sehari sebelumnya sudah maaf-maafan di sekolah) jadi kuangkat. Hehe...
Benar saja, beliau ternyata memintaku untuk menghadiri seminar ibu dr. Aisyah Dahlan karena berhalangan hadir. Kebetulan saya cukup tahu dr. Aisyah Dahlan, pernah nonton YouTube beliau sampai rampung, follow medsos beliau beserta anak-anaknya (karena kebetulan konten mas Lanang soal empat tipe kepribadian [plegmatis, melankolis, sanguinis, dan koleris] sempat FYP). Jadi tanpa ragu "Yes, sir!" alias "Siap, bapak."
Singkat cerita setelah sempat nyasar ke lokasi pertama (hotel Harris) dan bertemu panitia acara, akhirnya putar balik ke auditorium Moh. Djazman, UMS. Setibanya di aula, acara baru dimulai. Tak lama, narasumber utama, ibu dr. Aisyah Dahlan tiba. Suasana cukup haru karena yang selama ini hanya dilihat dari layar kaca sekarang ada di depan mata.
Nah, untuk isi acaranya apa? Lanjut part 2. Hihihi...
Intinya, hari ini niat yang awalnya ingin halal bi halal ke sekolah berujung ketemu dr. Aisyah Dahlan. Jackpot bukan? Karena kalau bukan dari ketidaksengajaan melihat layar HP pagi tadi, tidak akan ada momen hari ini. Terima kasih atas kesempatan, pengalaman, dan ilmu barunya, bapak kepsek dan ibu dr. Aisyah Dahlan. Barakallahu fiik. 🙏🏻

.jpg)
Komentar
Posting Komentar