Seekor rajawali mulai mengepakan sayapnya ketika ia membuka mata. Matanya yang tajam menjalang ke segala arah dan mencari mangsa. Mungkin ia sudah lapar, mungkin ia bingung mencari santapan. Bersamaan dengan itu, wali raja terbangun dari tidurnya. Ia menguak jendela kamarnya dan menghisap aroma embun basah yang masih renyah. Ia kembali merasakan nikmat duniawi setelah sempat mati suri. Ia bersyukur pada Ilahi. Ia beranjak meninggalkan ambang jendela dan menghabiskan santapan yang telah disediakan begundalnya.
Sang wali raja gundah hendak melakukan apa. Namun ia lebih pandai dari sekedar menangkap buruan. Toh ia punya begundal, lantas untuk apa repot-repot menangkap buruan dengan tangannya sendiri? Ia menatap secarik dluwang di atas meja yang ia singgahi tadi. Ia baca teks-teks yangg ada di dalamnya. "Hahaha, goblok! Ada apa dengan Manuk Siluk?" Ia kembali membaca, memastikan semua benar adanya. Selesai membaca ulang dluwang itu, wali raja pergi meninggalkan istana. Ia pergi mencari pohon siluk yang tingginya mencapai 28 meter. Ia menelusuri satu persatu pohon-pohon di sudut Hutan Kalang. Namun tidak ia ketemukan Ia sesekali menengadahkan muka. Wali raja sesekali tertawa. Namun ia tidak bahagia karena ia wali raja amun ia di rundung duka.
Ada apa dengan sang wali raja? Kenapa ia gundah gulana? Mengapa setelah membaca dluwang itu, wali raja tak lagi berdaya? Wali raja dirundung duka.
Sang wali raja gundah hendak melakukan apa. Namun ia lebih pandai dari sekedar menangkap buruan. Toh ia punya begundal, lantas untuk apa repot-repot menangkap buruan dengan tangannya sendiri? Ia menatap secarik dluwang di atas meja yang ia singgahi tadi. Ia baca teks-teks yangg ada di dalamnya. "Hahaha, goblok! Ada apa dengan Manuk Siluk?" Ia kembali membaca, memastikan semua benar adanya. Selesai membaca ulang dluwang itu, wali raja pergi meninggalkan istana. Ia pergi mencari pohon siluk yang tingginya mencapai 28 meter. Ia menelusuri satu persatu pohon-pohon di sudut Hutan Kalang. Namun tidak ia ketemukan Ia sesekali menengadahkan muka. Wali raja sesekali tertawa. Namun ia tidak bahagia karena ia wali raja amun ia di rundung duka.
Ada apa dengan sang wali raja? Kenapa ia gundah gulana? Mengapa setelah membaca dluwang itu, wali raja tak lagi berdaya? Wali raja dirundung duka.
Komentar
Posting Komentar